Rabu, 14 November 2012

MANAJER DAN PENGORGANISASIAN


M A K A L A H
MANAJEMEN BISNIS
 manajer dan pengorganisasian:
 antara stabilitas dan perubahan
yh.png

NAMA             :       GHIFARI . A.P. EFFENDI


UNIVERSITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ADMINISTRASI BISNIS
2012




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya sehingga kelompok dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Manajer dan Pengorganisasian: Antara Stabilitas dan Perubahan”. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah ini, yang dengan setia dan sabar untuk membimbing dan mengarahkan penulis ,serta teman-teman seangkatan dan semua pihak yang   memberikan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.

            Kelompok menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu segala usul saran dari semua pihak yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi menyempurnakan makalah ini. Demikian makalah ini dibuat, semoga bermanfaat bagi kita semua.


Kupang, 27 Oktober 2012

       Kelompok







DAFTAR ISI
HALAMAN…………………………………………………………………......i
KATA PENGANTAR.……………………………………………………….....ii
DAFTAR ISI.…………………………………………………………………...iii

BAB  I  PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang………………………………………………………1
1.2    Rumusan Masalah…………………………………………………...2
1.3    Tujuan Penulisan…………………………………………………….2
1.4    Manfaat Penulisan…………………………………………………...2
1.5    Metode Penulisan…………………………………………………….2

BAB  II PEMBAHASAN                                                                      
            2.1. Pengorganisasian: Arti Dan Proses…………………………………..3
            2.2. Pembagian Pekerjaan………………………………………………..4
            2.3. Pengorganisasian Dan Struktur Organisasi………………………….6
     2.4. Departementalisasi…………………………………………………..7

BAB  III  PENUTUP
3.1. Kesimpulan………………………………………………………….15
3.2. Saran………………………………………………………………...15

DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengorganisasian merupakan proses penempatan orang-orang dan sumber daya lainnya untuk melakukan tugas – tugas dalam pencapaian tujuan dan menyangkut pembagian pekerjaan untuk diselesaikan dan mengkoordinasikan hasil-hasilnya.
Pengorganisasian adalah fungsi kedua dan dilakukan secara langsung dari dasar yang telah dibuat oleh perencanaan yang baik. Pengorganisasian membagi siapa yang harus melakukannya, mengidentifikasikan siapa yang harus memerintah dan mengadakan hubungan – hubungan perkantoran untuk komunikasi. Pengorganisasian dilakukan untuk mencapai sasaran strategis dari sebuah organisasi yangharus dimulai dengan beberapa tahap, salah satunya yaitu proses mendesain organisasi. Pola hubungan spesifik dalam proses ini disebut struktur organisasi.Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan manaorganisasi dikelola. Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal (Robbins,1996:166). Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orangyang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggungjawab yang berbeda-bedadalam suatu organisasi.Struktur organisasi mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuankerja (Handoko,2003:169). Teori mengatakan bahwa ada pengaruh dari struktur organisasi terhadap kinerja karyawandi suatu perusahaan, tergantung pada bentuk struktur organisasi yang dipakai perusahaantersebut.. Struktur organisasi perusahaan cenderung berbeda. Struktur organisasi yang lazim digunakan adalah struktur sederhana, birokrasi dan struktur matriks.Secara spesifik, struktur hendaknya mengikuti strategi. Jika manajemen membuat suatuperubahan yang penting dalam strategi organisasi, struktur akan perlu dimodifikasikan untukmengakomodasikan dan mendukung perubahan ini (Chandler, dalam Robbins:183). Bentuk struktur organisasi yang beraneka cenderung mempengaruhi dimana tiap-tiapbentuk struktur organisasi mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing.
B. Tujuan Penulisan
a.       Tujuan umum
Tujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu meningkatkan pola pikir ilmiah mahasiswa mengenai manajer dan pengorganisasian: antara stabilitas dan perubahan, sehingga lebih memahami tentang manajer dan pengorganisasian: antara stabilitas dan perubahan secara lebih mendalam.
b.      Tujuan khusus
Tujuan khusus dari makalah ini antara lain yaitu:
v  Meningkatakan pemahaman mahasiswa arti dan proses dari pengorganisasian
v  Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang  pembagian pekerjaan dalam suatu organisasi
v  Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pengorganisasian dan struktur organisasi
v  Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang departementalisasi

C. Rumusan Masalah
Adapun makalah ini dibuat dengan rumusan masalah sebagai berikut:
a)    Bagaimana arti dan proses dari pengorganisasian?
b)    Bagaimana pembagian pekerjaan dalam suatu organisasi?
c)    Bagaimana pengorganisasian dan struktur organisasi?
d)   Bagaimana departementalisasi baik dalam organisasi formal maupun informal?

D. Manfaat Penulisan
a)      Untuk penulis
Makalah ini dapat digunakan oleh penulis sebagai bahan balajar dan bahan presentasi dalam proses perkuliahaan
b)      Untuk institusi
Makalah ini dapat digunakan oleh institusi sebagai panduan kepada mahasiswa lain untuk penulisan makalah atau karya tulis ilmia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengorganisasian: Arti Dan Proses
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang memilikinya dan lingkungan yang melingkupinya.
Pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat di gunakan untuk menunjukan hal-hal sebagai berikut :
a.       Cara manajemen merancang struktur formal untuk menggunakan yang paling efektif sumber daya-sumber daya keuangan, phisik, bahan baku dan tenaga kerja organisasi.
b.      Bagaimana organisasi mengelompokan kegiatan-kegiatannya, dimana pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
c.       Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas dan para karyawan.
d.      Cara para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam depertemen mereka mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokan dan mengatur serta tugas-tugas atau pekerjaan diantara para annggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Proses pengorganisasian dapat ditunjukan dengan langkah prosedur berikut :
a)      Pemerintah seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
b)      Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang secra logika dapat dilaksankan oleh satu orang.
c)      Mengkobinasikan pekerjaan anggota perusahaan dalam cara yang logisdan efisien.
d)     Penetapan mekanisme untuk mengkooordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis.
e)      Memonitor efektivitas organisasi dan pengambilan langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.

2.2  Pembagian Pekerjaan
Banyak usaha dan departemen-departemen dalam peruahaan yang dimulai dari kecil. Tetapi pada saat beban kerja usaha berkembang, manajer memerlukan orang lain atau pegawai yang menangani pekerjaan dan dibagikan kepada mereka. Manajer perlu mengelompokkan peagwai-pegawai tersebut ke dalam departemen-departemen sesuai dengan spesialisasi mereka.
1.      Manfaat spesialisasi pekerjaan
Manfaat spesialisasi pekerjaan telah lama disadari. Produktivitas lebih besar yang dihasilkan dari spesialisasi pekerjaan memberikan sumber daya yang diperlukan bagi kemanusiaan.
Menurut Adam Smith, manfaat terbesar dari pembagian tenaga kerja adalah dalam pemilihan seluruh pekerjaan menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil, sederhana dan terpisah dimana setiap karyawan dapat mengkhususkan diri dan produktivitas total dimultiplikasi secara geometris.
2.      Desain Pekerjaan : Karakteristik Dan Penyederhanaan Kerja
Karakteristik pekerjaan. J. Richard Hachman dan lain-lain, memperluas pengamatan mereka diluar kedalaman dan cakupan pekerjaan dan mengajukan lima dimensi pekerjaaan yaitu : variasi keterampilan, identitas, signifikansi tugas, otonomi dan umpan balik.
hasil pengamatan Hachman menunjukan bahwa pengertian tanggung jawab dan pemahaman hasil pekerjaan akan memberikan kontribusi terhadap motivasi dan kepuasan pekerjaan. Makin besar kadar Karakteristik kelima tugas dalam satu pekerjaan, makin besar pula kemungkinan bahwa pegawai akan sangat termotivasi dan merasakan kepuasan dalam melakukan pekerjaannya.
Penyederhanaan kerja (work simplification). Penyederhanaan kerja mengurangi kedalaman dan cakupan pekerjaan dan hal itu juga mempengaruhi hamper seluruh karakteristik tugas. Variasi keterampilan, identitas tugas dan otonami menyusut dengan tajam dan balikan sering kali diperkecil.
Hanya signifikansi tugas yang tidak terpengaruh, karena hal ini mengacuh pada produk akhir dari pekerjaan, bukan signifikansi tugas keryawan secara perorangan.
3.      Keseimbangan Kerja : Antara Spesialisasi, Kepuasan Kerja dan Produktivitas Penulis manajemen modern sperti Argyris, Herzberg dan McGregor menghimbau perhatian atas masalah yang ditimbulkan dari penyederhanaan pekerjaan, mereka mengemukakan apabila pekerjaan sangat dispesialisasikan dan difragmentasikan, para karyawan aqkan merasa bahwa tugas mereka monoton, tidak menyenangkan dan tidak memuaskan.
4.      Pemekaran/perluasan kerja dan pengayaan kerja
Karena pekerjaan yang terspesialisasi mengakibatkan ketidakpuasan, bannyak upaya yang di lakukan oleh para ahli untuk menemukan cara yang membuat pekerjaan rutin menjadi menyenangkan. Upya tersebut digolongkan menjadi duakategori yaitu :
Pemekaran pekerjaan (Job Enlargement). Pemekaran pekerjaan menanggulangi ketidakpuasan dengan meningkatkan cakupan pekerjaan (job scope). Dalam hal ini dikombinasikan berbagai fungsi kerja dari bidang horizontal unit organisasi yang memberikan pegawai lebih banyak tugas.
Pemerkayaan pekerjaan (Job Enlargement ). Pemerkayaan pekerjaan berusaha menangani ketidakpuasaan dengan meningkatkan kedalaman pekerjaan ( Job depth ). Aktivitas-aktivitas kerja secara vertikal dikombinasikan dalam satu bentuk pekerjaan sehingga pegawai merasakan adanya otonomi pelaksanaan pekerjaan yang lebih besar.
5.      Desain ulang (redesign) pekerjaan secara efektif
Hamper seluruh studi mengemukakan bahwa program pemekaran dan pemerkayaan pekerjaan akan meningktkan kepuasan pegawai, memperendah tingkat kemangkiran serta meningkatkan akurasi dan kualitas hasil kerja. tetapi, dalam beberapa kasus terbukti bahwa program tersebut tidak meningkatkan produktivitas.
Pemekaran pekerjaan dan pemerkayaan pekerjaan pada dasarnya merupakan ancangan yang relatif masih baru dalam perancangan ulang pekerjaan dan telah banyak ancangan yang digunakan dalam merancang dan menerapkam program tersebut.
Biaya perancangan dan penerapan program memperkayaan dan pemekaran pekerjaan boleh jadi mahal, sehingga pimpinan harus menimbang untung rugi dengan seksama sebelum menerapkannya.

2.3  Pengorganisasian dan struktur organisasi
Dalam arti yang luas, Pengorganisasian dapat dipandang sebagai proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya dan lingkungan.struktur organisasi dapat sebagai susunan dan hubungan antar bagian-bagian komponen dan posisi dalam suatu perusahaan.
a.       Unsur-unsur struktur organisasi
Dalam menganalisis struktur organisasi dikaitkan dengan lima unsur sebagai berikut :
v  Spesialisasi aktivitas, mengacu pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi  pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut kedalam unit kerja (pendepartemenan)
v  Standardisasi aktivitas, merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin kelayak-dugaan aktvitas-aktivitasnya. Menstandardisasi berarti menjadikan seragam dan taat atas.
v  Koordinasi aktivitas, adalah prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi.
v  Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan mengacu pada lokasi kekuasan (power) pengambilan keputusan. Dalam struktur organisasi yang disentralisasi, keputusan diambil pada tingkat tinggi atau oleh para manajer. Dalam struktur yang didesentralisasi, daya pengambilan keputusan dibagi-bagi diantara orang-orang pada tingkat manajemen menengah dan bawah.
v  Ukuran unit kerja mengacu pada jumlah pegawai dalam satu kelompok kerja.

b.      Faktor Penentu Struktur Organisasi
Ada empat faktor yang berpengaruh pada struktur organisasi :
v  Strategi dan struktur organisasi apabila para penulis manajemen seperti Alfred D. Chandler menggunakan ungkapan “struktur mengikuti strategi” yang mereka maksudkan adalah misi dan tujuan menyeluruh suatu organisasi akan membantu menyusun rancang bangunnya.
v  Teknologi sebagai faktor struktur. Bentuk teknologi yang digunakan dalam organisasi tertentu untuk menghasilkan produknya atau metode penawaran jasa juga mempengaruhi cara pengaturan organisasi.
v  Manusia sebagai faktor struktur : orang-orang yang terlibat dalam aktivitas organisasi mempengaruhi strukturnya.
v  Ukuran dan struktur. Baik ukuran organisasi secara menyeluruh maupun ukuran sub-sub unitnya mempengaruhi strukturnya. Organisasi yang lebih besar cenderung memiliki spesialisasi aktivitas lebih besar dan prosedur lebih formal (standarisasi lebih besar).

2.4  Depertementalisasi
Efisiensi arus kerja bergantung pada keberhasilan pemanduan berbagai unit dalam organisasi. Pembagian kerja dan kombinasi tugas-tugas yang logis seyogyanya mengarah pada struktur departemen dan sub-unit yang logis.
Dampak yang jelas dari reorganisasi adalah penghemat waktu dan upaya. Hal ini dengan sendirinya bukanlah suatu penyelesaian yang kecil; salah satu manfaat yang diinginkan dari proses reorganisasi adalah meningkatnya efisiensi
a.       Bagan Organisasi
Umumnya struktur organisasi terlalu rumit untuk diterangkan secara verbal. Untuk memperlihatkan struktur organisasi, para manajer biasanya menyusun suatu bagan organisasi, yang menggambarkan diagram fungsi-fungsi, departemen atau jabatan dalam organisasi dan menunjukkan hubungannya satu dengan yang lain. Unit-unit organisasi yang terpisah biasanya digambarkan dalam bentuk kotak, yang dikaitkan satu sama lain oleh garis-garis tebal yang menunjukkan garis komando dan saluran komunikasi yang resmi.
Bagan organisasi menggambarkan lima aspek struktur organisasi yang utama. Dalam menggambarkan hal itu, bagan organisasi juga menyampaikan informasi tentang unsur-unsur struktur :
1)      Pembagian kerja (division of work).setiap kotak mewakili tanggung jawab seseorang atau sub unit untuk bagian tertentu dari beban kerja organisasi.
2)      Manajer dan bawahan. Garis tebal menunjukan garis komando (siapa melapor kepada siapa).
3)      Jenis kerja yang dilaksanakan. Label atau uraian kotak-kotak menunjukan tugas-tugas kerja organisasi atau bidang-bidang tanggung jawab yang berbeda-beda.
4)      Pengelompokan bagian-bagian kerja. Keseluruhan bagan menunjukan dasar pembagian aktivitas organisasi misalnya atas dasar fungsional atau wilayah.
5)      Tingkat manajemen. Sebuah bagan tidak hanya menunjukan manajer dan bawahan secara perorangan tetapi juga hirarki pimpinan secara keseluruhan.

b.      Struktur Organisasi Formal : Beberapa Tipe
Beberapa tipe struktur organisasi formal yaitu :
1.      Organisasi Fungsional
Bentuk ini terutama digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil yang menawarkan jajaran produk terbatas, karena hal itu dapat mengefisienkan penggunaan sumber ddaya yang dikhususkan. Kelebihan utama lainnya dari struktur fungsional adalah bahwa hal itu mempermudah untuk memobilisasi dan mengalokasikanya ke tempat-tempat yang diperlukan.
Adapun kelebihan dan kelemahan dari struktur fungsional adalah sebagai berikut :
Kelebihannya:
1.            Seuasi dengan lingkungan yang stabil
2.            Menunjang pengembangan keahlian
3.            Member kesempatan bagi para spesialis
4.            Hanya memerlukan koordinasi minimal
5.            Hanya memerlukan ketrampilan antar pribadi yang kecil
Kelemahannya :
1.      Dalam organisasi yang besar, tanggapan lebih lambat diterima
2.      Menyebabkan terjadinya penyumbatan karena pelaksaan tugas yang sekuensial
3.      Kurang inovatif : memiliki prospektif sempit

4.      Dapat menimbulkan konflik mengenai prioritas produk
5.      Berfokus pada sub-sub tugas.

2.      Organisasi produk/pasar
Suatu perusahaan dengan organisasi produk atau pasar dapat mengikuti salah satu dari pola utama berikut :
·         Dalam divisi yang berdasarkan produk, tiap departemen bertanggungjawab atas suatu produk atau perangkat produk yang berhubungan.
·         Divisi berdasarkan wilayah menghimpun dalam sebuah departemen seluruh aktivitas yang dilaksanakan diwilayah tertentu dimana unit yang bersangkutan melakukan bisnisnya.
·         Divisi berdasarkan pelanggan terjadi apabila suatu divisi menjual hampir seluruh atau seluruh produknya kepada golongan pelanggan tertentu.
Kelebihan dan kekurangan struktuk produk/pasar :
Kelebihannya :
§  Cocok untuk perubahan yang tepat
§  Memungkinkan adanya visibilitas produk yang tinggi
§  Memungkinkan konsentrasi penuh terhadap tugas-tugas
§  Kejelasan tanggung jawab
§  Memungkinkan pemprosesan tugas-tugas ganda secara paralel.
Kelemahannya :
§  Menyebabkan terjadinnya pertikaian untuk alokasi sumber daya
§  Tidak mendukung koordinasi aktivitas
§  Membatasi pemecahan masalah terhadap kebutuhan-kebutuhan tugas
§  Menimbulkan menururnnya pendalaman kompetensi
§  Menimbulkan konflik antara tugas dengan prioritas.

3.      Organisasi matriks
Struktur matriks berusaha mengkombinasikan manfaat kedua jenis rancang bangun dan pada saat yang sama dapat menghindari kelemahan-kelemahannya.
Dalam suatu Struktur matriks, akibatnya para pegawai memiliki dua orang atasan artinya mereka berada dibawah wewenang ganda. Sebuah garis komando yang fungsional atau divisionsal, secara vertical didiagramkan dalam bagan sebelumnya. Yang kedua diperlihatkan secara horizontal dimana garis horizontal menggambarkan suatu tim proyek yang ahli dalam bidang spesialisasi tim yang di tugasi. Karena alasan ini Struktur matriks sering disebut sebagai “ system komando ganda”.
Kelebihan dan kelemahan Struktur matriks :
Kelebihannya :
1.       Memberikan keluwesa kepada organisasi
2.      Merangsang kerja sama antar disiplin
3.      Melibatkan, motivasi dan menantang para pegawai
4.      Mengembangkan keterampilan pegawai
5.      Membebaskan pimpinan teras untuk berencana

Kelemahannya :
1.      Resiko timbulnya perasaan anarkhi
2.      Mendorong pergulatan power
3.      Dapat mengarah pada lebih banyak diskusi dari pada tindakan
4.      Menghendaki adanya keterampilan antar pribadi
5.      Penerapannya memerlukan biaya besar.
C.  Orgnisasi Informal : Arti Dan Perannya
Organisasi informal ini berkembang tanpa dapat dihindari sebagai perwujudan kebutuhan pribadi dan kelompok dari anggota perusahaan. Hal ini telah diuraikan Herbert A. Simon sebagai “ hubungan antar pribadi dalam organisasi yang mempengaruhi keputusan-keputusan didalamnya, tetapi hal mana tidak tercakup dalam skema formal atau mungkin juga tidak taat asas dengan skema itu.
Chester Barnard merupakan salah seorang dari mereka yang pertama kali menyadari kemungkinan konstruktif dari adanya organisasi informal. Barnard mengemukakan bahwa kepatuhan yang kaku terhadap struktur formal yaitu selamanya “ mengikuto saluran “ dapat merupakan hambatan.





















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang memilikinya dan lingkungan yang melingkupinya. Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokan dan mengatur serta tugas-tugas atau pekerjaan diantara para annggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Dalam arti yang luas, Pengorganisasian dapat dipandang sebagai proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya dan lingkungan.struktur organisasi dapat sebagai susunan dan hubungan antar bagian-bagian komponen dan posisi dalam suatu perusahaan. Dampak yang jelas dari reorganisasi adalah penghemat waktu dan upaya. Hal ini dengan sendirinya bukanlah suatu penyelesaian yang kecil; salah satu manfaat yang diinginkan dari proses reorganisasi adalah meningkatnya efisiensi.

B.     Saran
Sebagai mahasiswa kita harus mengetahui dan memahami tentang Manajer dan Pengorganisasian: Antara stabilitas dan perubahan.














DAFTAR PUSTAKA

Handoko T. Hani, 2003, Manajemen, Edisi 2, BPFE, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar